Aplikasi Counter dan Shift Register
Dalam dunia elektronika digital, counter atau pencacah merupakan salah satu rangkaian logika yang sangat penting dan sering digunakan. Counter
digunakan untuk menghitung jumlah pulsa digital yang masuk, baik secara
naik (up counter) maupun turun (down counter). Aplikasi dari counter
sangat luas, mulai dari jam digital, penghitung orang atau kendaraan,
sistem antrian, sistem kendali otomatis, hingga dalam dunia komunikasi
digital.
Counter bekerja berdasarkan prinsip flip-flop, yang merupakan elemen dasar penyimpan data biner (0 atau 1). Rangkaian counter dapat disusun secara sinkron (semua flip-flop dikendalikan oleh satu clock yang sama) atau asinkron (clock diteruskan dari flip-flop satu ke lainnya). Jenis counter juga beragam, seperti binary counter, decade counter, ring counter, dan Johnson counter, masing-masing dengan fungsi dan karakteristik tersendiri.
Dengan kemajuan teknologi, counter tidak hanya tersedia dalam bentuk rangkaian dasar, tetapi juga sudah banyak tersedia dalam bentuk IC (Integrated Circuit) seperti IC 7490, 74LS90, 74LS192, dan sebagainya. Pemahaman terhadap cara kerja counter dan penerapannya sangat penting bagi siapa saja yang mempelajari sistem digital, kontrol otomatis, maupun sistem.
- Mengetahui tentang touch sensor infrared dan sound sensor
- Mengetahui Simulasi rangkaian mux demux dan encoder decoder
- Mengetahui tabel kebenaran dari jenis gerbang logika yang digunakan
- Mengetahui prinsip kerja rangkaian arithmatic
A. Alat
- Baterai
Baterai adalah
perangkat yang terdiri dari satu atau lebih sel elektrokimia dengan
koneksi eksternal yang disediakan untuk memberi daya pada perangkat
listrik seperti senter, ponsel, dan mobil listrik. Ketika
baterai memasok daya listrik, terminal positifnya adalah katode dan
terminal negatifnya adalah anoda. Terminal bertanda negatif adalah
sumber elektron yang akan mengalir melalui rangkaian listrik eksternal
ke terminal positif. Ketika baterai dihubungkan ke beban listrik
eksternal, reaksi redoks mengubah reaktan berenergi tinggi ke produk
berenergi lebih rendah, dan perbedaan energi-bebas dikirim ke sirkuit
eksternal sebagai energi listrik. Secara historis istilah "baterai"
secara khusus mengacu pada perangkat yang terdiri dari beberapa sel,
namun penggunaannya telah berkembang untuk memasukkan perangkat yang
terdiri dari satu sel.
B. Bahan
1. Resistor
Resistor
merupakan komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi
atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur
besarnya arus yang mengalir dalam rangkaian.
Spesifikasi Resistor yang digunakan:
- Resistor 10k
- Resistor 2k
Data sheet resistor:
2. Baterai
3. Dioda
Dioda
adalah komponen elektronika yang terdiri dari dua kutub dan berfungsi
menyearahkan arus. Komponen ini terdiri dari penggabungan dua
semikonduktor yang masing-masing diberi doping (penambahan material)
yang berbeda, dan tambahan material konduktor untuk mengalirkan listrik.
Karakteristik Dioda:
4. OP AMP
Operational Amplifier atau Op-Amp adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penguat sinyal input baik DC maupun AC
Konfigurasi Pin OP-Amp
Gelombang input dan output op amp
5. Kapasitor
6. N AND GATE
7. AND GATE
8. Gerbang Logika OR (IC 7432)
Gerbang OR atau disebut juga "OR GATE" adalah jenis gerbang logika yang memiliki dua input (Masukan) dan satu output (keluaran). Meskipun memiliki pengertian yang sama dengan gerbang OR tapi memiliki perbedaan pada simbol dan tabel kebenaran.
Konfigurasi pin IC 7432:
8. Gerbang Logika XOR ( IC 4030)
Gerbang logika XOR adalah singkatan dari EXclusive OR gate yang outputnya hanya akan bernilai logika 1 jika salah satu input X atau Y dalam keadaan bernilai logika 1, ketika semua inputnya dalam keadaan logika 0 atau dalam keadaan logika 1 maka output akan tetap logika 0.
Konfigurasi pin IC 4030:
DataSheet IC 4030
9. Logic State
Gerbang
Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan
input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan
biner yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean
sehingga dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk
proses berikutnya.
10. Sensor LDR
LDR
(Light Dependent Resistor) merupakan salah satu komponen resistor yang
nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya
yang mengenai sensor ini.
Konfigurasi pin:
Pin 1 : Electrical contact
Pin 2 : Electrical contact
Grafik Respon:
Spesifikasi:
Data Sheet LDR:
11. Sensor Infra red
Sensor
infrared adalah sensor yang akan mendeteksi sesuatu yang melewati
cahaya infrared yang akan berlogika 1 saat sesuatu melewati infrared
12. Pir Sensor
Pin Number | Pin Name | Description |
1 | Vcc | Tegangan input adalah +5V untuk aplikasi umumnya. Memiliki jangkauan 4.5V- 12V |
2 | High/Low Ouput (Dout) | Getaran digital tinggi (3.3V) jika terpicu dan digital rendah (0V) jika diam |
3 | Ground | Terhubung ke ground rangkaian |
- Wide range on input voltage varying from 4.V to 12V (+5V recommended)
- Output voltage is High/Low (3.3V TTL)
- Can distinguish between object movement and human movement
- Has to operating modes - Repeatable(H) and Non- Repeatable(H)
- Cover distance of about 120° and 7 meters
- Low power consumption of 65mA
- Operating temperature from -20° to +80° Celsius
1. Sensor Infrared
Sensor
Infrared adalah komponen elektronika yang dapat mendeteksi benda ketika
cahaya infra merah terhalangi oleh benda. Sensor infared terdiri dari
led infrared sebagai pemancar sedangkan pada bagian penerima biasanya
terdapat foto transistor, fotodioda, atau inframerah modul yang
berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar.
Prinsip Kerja Sensor Infrared
Gambar 1. Ilustrasi prinsip kerja sensor infrared
Ketika pemancar IR memancarkan radiasi, ia mencapai objek dan beberapa radiasi memantulkan kembali ke penerima IR. Berdasarkan intensitas penerimaan oleh penerima IR, output dari sensor ditentukan.
Gambar 2. Rangkaian dasar sensor infrared common emitter yang menggunakan led infrared dan fototransistor
Prinsip kerja rangkaian sensor infrared berdasarkan pada gambar 2. Adalah ketika cahaya infra merah diterima oleh fototransistor maka basis fototransistor akan mengubah energi cahaya infra merah menjadi arus listrik sehingga basis akan berubah seperti saklar (swith closed) atau fototransistor akan aktif (low) secara sesaat seperti gambar 3:
Gambar 3. Keadaan Basis Mendapat Cahaya Infra Merah dan Berubah Menjadi Saklar (Switch Close) Secara Sesaat
Grafik Respon Sensor Infrared
Gambar 4. Grafik respon sensor infrared
Grafik
menunjukkan hubungan antara resistansi dan jarak potensial untuk
sensitivitas rentang antara pemancar dan penerima inframerah. Resistor
yang digunakan pada sensor mempengaruhi intensitas cahaya inframerah
keluar dari pemancar. Semakin tinggi resistansi yang digunakan, semakin
pendek jarak IR Receiver yang mampu mendeteksi sinar IR yang dipancarkan
dari IR Transmitter karena intensitas cahaya yang lebih rendah dari IR
Transmitter. Sementara semakin rendah resistansi yang digunakan, semakin
jauh jarak IR Receiver mampu mendeteksi sinar IR yang dipancarkan dari
IR Transmitter karena intensitas cahaya yang lebih tinggi dari IR
Transmitter.
Sensor Pir
Sensor
ini biasanya digunakan dalam perancangan detektor gerakan berbasis PIR.
Karena semua benda memancarkan energi radiasi, sebuah gerakan akan
terdeteksi ketika sumber infra merah dengan suhu tertentu (misal:
manusia) melewati sumber infra merah yang lain dengan suhu yang berbeda
(misal: dinding), maka sensor akan membandingkan pancaran infra merah
yang diterima setiap satuan waktu, sehingga jika ada pergerakan maka
akan terjadi perubahan pembacaan pada sensor.
Sensor PIR terdiri dari beberapa bagian yaitu :
1.Fresnel lens
Lensa
Fresnel pertama kali digunakan pada tahun 1980an. Digunakan sebagai
lensa yang memfokuskan sinar pada lampu mercusuar. Penggunaan paling
luas pada lensa Fresnel adalah pada lampu depan mobil, di mana mereka
membiarkan berkas parallel secara kasar dari pemantul parabola dibentuk
untuk memenuhi persyaratan pola sorotan utama. Namun
kini, lensa Fresnel pada mobil telah ditiadakan diganti dengan lensa
plain polikarbonat. Lensa Fresnel juga berguna dalam pembuatan film,
tidak hanya karena kemampuannya untuk memfokuskan sinar terang, tetapi
juga karena intensitas cahaya yang relative konstan diseluruh lebar
berkas cahaya.
2.IR filter
IR
Filter dimodul sensor PIR ini mampu menyaring panjang gelombang sinar
infrared pasif antara 8 sampai 14 mikrometer, sehingga panjang gelombang
yang dihasilkan dari tubuh manusia yang berkisar antara 9 sampai 10
mikrometer ini saja yang dapat dideteksi oleh sensor. Sehingga Sensor
PIR hanya bereaksi pada tubuh manusia saja.
3.Pyroelectric Sensor
Seperti
tubuh manusia yang memiliki suhu tubuh kira-kira 32 derajat celcius,
yang merupakan suhu panas yang khas yang terdapat pada lingkungan.
Pancaran sinar inframerah inilah yang kemudian ditangkap
oleh Pyroelectric sensor yang merupakan inti dari sensor PIR ini
sehingga menyebabkan Pyroelectic sensor yang terdiri dari galium
nitrida, caesium nitrat dan litium tantalate menghasilkan arus listrik.
Mengapa bisa menghasilkan arus listrik? Karena pancaran sinar inframerah
pasif ini membawa energi panas. Material pyroelectric bereaksi
menghasilkan arus listrik karena adanya energi panas yang dibawa oleh
infrared pasif tersebut. Prosesnya hampir sama seperti arus listrik yang
terbentuk ketika sinar matahari mengenai solar cell.
Grafik Respon Sensor PIR
1. Respon terhadap arah, jarak, dan kecepatan
2. Grafik Respon terhadap Suhu
2. ADDER 7482
NTE7482 adalah penambah penuh biner 2-bit dalam paket tipe DIP 14-Lead yang melakukan penambahan dari dua bilangan biner 2 bit. Jumlah
(S) output disediakan untuk setiap bit dan resultan carry (C2)
diperoleh dari bit kedua. Dirancang untuk kecepatan sedang hingga
tinggi, banyak bit, paralel tambahkan/serial−bawa aplikasi, sirkuit ini
menggunakan logika transistor−transistor fan−out berkecepatan tinggi
(TTL) dan kompatibel dengan keluarga logika DTL dan TTL. Implementasi
inversi tunggal, sirkuit pembawa serial terhubung Darlington
berkecepatan tinggi dalam setiap bit meminimalkan kebutuhan untuk
sirkuit kaskade "melihat ke depan" dan membawa yang ekstensif.
3. Resistor
Resistor merupakan
komponen elektronika dasar yang digunakan untuk membatasi jumlah arus
yang mengalir dalam satu rangkaian.Sesuai dengan namanya, resistor
bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Resistor
mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di
antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut
berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan Hukum
OHM :
Di
dalam resistor, terdapat ketentuan untuk membaca nilai resistor yang
diwakili dengan kode warna dengan ketentuan di bawah ini :
Resistor
merupakan komponen pasif yang memiliki nilai resistansi tertentu dan
berfungsi untuk menghambat jumlah arus listrik yang mengalir dalam suatu
rangkaian. Resistor
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya resistor
nilai tetap (fixed resistor), resistor variabel (variabel resistor),
thermistor, dan LDR.
Cara membaca nilai resistor
Cara menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna :
1. Masukan angka langsung dari kode warna gelang pertama.
2. Masukan angka langsung dari kode warna gelang kedua.
3. Masukan angka langsung dari kode warna gelang ketiga.
4. Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut dengan 10 (10^n).
5. Gelang terakhir merupakan nilai toleransi dari resistor
4. Potensiometer (POT)
Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk dan Simbolnya.
Struktur Potensiometer beserta Bentuk dan Simbolnya
Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam Komponen Potensiometer adalah :
- Penyapu atau disebut juga dengan Wiper
- Element Resistif
- Terminal
Jenis-jenis Potensiometer
Berdasarkan bentuknya, Potensiometer dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
- Potensiometer
Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur
dengan cara menggeserkan Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke
atas sesuai dengan pemasangannya. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser wiper-nya.
- Potensiometer
Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur
dengan cara memutarkan Wiper-nya sepanjang lintasan yang melingkar.
Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk memutar wiper tersebut. Oleh karena
itu, Potensiometer Rotary sering disebut juga dengan Thumbwheel
Potentiometer.
- Potensiometer
Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus menggunakan
alat khusus seperti Obeng (screwdriver) untuk memutarnya. Potensiometer
Trimmer ini biasanya dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan
pengaturannya.
Prinsip Kerja (Cara Kerja) Potensiometer
Sebuah
Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk
jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal
lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang
dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif
(Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif
inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah
Potensiometer.
Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon).
Berdasarkan
Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan
menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan
Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).
Fungsi-fungsi Potensiometer
Dengan
kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer
sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan
fungsi-fungsi sebagai berikut :
- Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD Player.
- Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply
- Sebagai Pembagi Tegangan
- Aplikasi Switch TRIAC
- Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser
- Sebagai Pengendali Level Sinyal
5. Relay
Relay
adalah saklar elektro-magnetik yang menggunakan tegangan DC rendah
untuk menghidupkan dan mematikan suatu alat atau sistem yang terhubung
dengan tegangan DC yang tinggi atau tegangan AC. Susunan
relay yang paling sederhana terdiri atas kumparan kawat penghantar
yang dugulung pada inti besi. Susunan kontak relay, secara umum terdiri
dari :
* Normally Open (NO) : posisi saklar berada pada keadaan terbuka saat relay dalam keadaan tidak dialiri arus.
* Normally Close (NC) : posisi saklar berada pada keadaan tertutup saat relay dalam keadaan tidak dialiri arus.
Berdasarkan
pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya
medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan
diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan
magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan
kawat. Kumparan yang bersifat sebagai elektromagnet ini kemudian akan
menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan
dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas
akan menarik saklar ke kontak NC.
6. Transistor NPN
Transistor
merupakan salah satu komponen elektronika yang banyak sekali dipakai di
dunia industri. Transistor yang umum dipakai memiliki 3 (tiga) metode
kerja yaitu :
a.Cut Off adalah kondisi dimana transistor tidak mengalirkan arus listrik.
b.Saturasi adalah kondisi dimana transistor tepat mengalirkan arus listrik.
c.Aktif adalah kondisi dimana transistor bisa disebut sebagai penguat.
Dari 3 metode kerja pada transistor tersebut, dapat dijelaskan juga pada gambar yang merupakan karakteristik transistor.
Dari gambar, dapat dijelaskan kembali bahwa parameter – parameter pada transistor yaitu dapat dilihat pada penjelasan di bawah:
Jenis
Nomor : Jumlah jenis perangkat merupakan nomor bagian individu yang
diberikan ke perangkat. Nomor perangkat biasanya sesuai dengan JEDEC
(Amerika) atau Pro-Elektron (Eropa). Ada juga sistem standar Jepang
untuk penomoran pada transistor.
Kasus
: Memeriksa sambungan pin karena pin-pin tersebut tidak selalu standar.
Beberapa jenis transistor mungkin memiliki sambungan pin dengan format
EBC, sedangkan kadang-kadang sambungan pin dengan format ECB, dan ini
dapat menyebabkan kebingungan dalam beberapa kasus.
Bahan
: Bahan yang digunakan untuk suatu perangkat sangat penting karena
mempengaruhi persimpangan bias maju dan karakteristik lainnya. Bahan
yang paling umum digunakan untuk transistor bipolar adalah silikon dan
germanium.
Polaritas
: Polaritas pada perangkat sangat penting karena mendefinisikan
polaritas bias dan pengoperasian pada perangkat. Dua tipe NPN dan PNP.
NPN adalah jenis yang paling umum. Kedua tipe ini memiliki kecepatan
yang lebih tinggi sebagai elektron. Ketika berjalan dalam konfigurasi
emitorumum, sirkuit NPN akan menggunakan tegangan rel positif dan garis
umum negatif, transistor PNP akan membutuhkan rel negatif dan tegangan
umum positif.
VCEO : Tegangan kolektor emiter dan bias terbuka.
VCBO : Tegangan kolektor bias dan emiter terbuka.
VEBO : Tegangan emiter bias dan kolektor terbuka.
IC : Arus kolektor.
ICM : Arus puncak kolektor.
IBM : Arus puncak bias.
PTOT : Disipasi daya total-ini biasanya untuk suhu sekitar25oC. Ini adalah nilai maksimum dari daya yang didapat dengan aman.
ICBO : Arus cut off kolektor bias.
IEBO : Arus cut off emiter bias.
hFE : Peningkatan arus.
VCEsat : Tegangan saturasi kolektor emiter.
VBEsat : Tegangan saturasi bias emiter.
Cc : Kapasitas kolektor.
Ce : Kapasitas emiter.
Secara
fungsinya transistor dapat berfungsi sebagai saklar, kondisi ini setara
dengan kondisi transistor pada saat saturasi dan fungsi lain dari
transistor adalah sebagai penguat sinyal yakni sama dengan kondisi
transistor pada saat transistor dalam keadaan mode kerja aktif.
Transistor
BC547 merupakan transistor tipe NPN yang digunakan untuk switching agar
mengaktifkan kontak relay dan relay tersebut akan memberikan kontak
pada motor dc.
7. Transistor JFET
FET
adalah suatu semiconductor device seperti halnya bipolar
transistor. Perbedaan utamanya adalah arus yang melalui device
di-kontrol oleh tegangan. Sedangkan pada bipolar transistor, arus arus yang melalui device di-kontrol oleh arus.
Apabila
kita hubungkan tegangan bias dari gate ke source dengan polaritas
seperti diperlihatkan pada gambar 11.2 (a), VGG = 1 Volt, maka akan
menghasilkan tegangan gate-source VGS = -1 Volt. Sedangkan pada drain
kita berikan tegangan supply (VDD) yang dapat diatur besarnya
(variabel). Dengan mengatur VDD mulai dari nol sampai dengan nilai
tertentu, maka akan dihasilkan kurva karakteristik drain, seperti
diperlihatkan pada gambar 11.2 (b).
Sebaliknya
jika tegangan bias dari gate ke source (VGG) dapat diatur besarnya
(variabel), sedangkan tegangan supply (VDD) yang konstan besarnya, maka
magnitudo arus drain (ID) akan berkurang dengan pertambahan magnitudo
dari VGS. Sehingga
besarnya arus drain (ID) dikontrol oleh besarnya tegangan gate-source
(VGS), sebagaimana diilustrasikan pada gambar 11.3.
8. Op Amp
Komparator
yang digunakan di sini adalah Op-Amp tipe 741 yang terdiri dari 8 kaki
dan untuk membuat rangkaian ini, yang digunakan hanyalah kaki 2 yang
merupakan kaki inverting, kaki 3 yaitu kaki non inverting, kaki 4
sebagai penghubung ke ground, kaki 6 mengarah kepada output yang mana
output dalam rangkaian ini berupa tegangan yang dapat menyalakan LED,
dan kaki 7 sebagai input tegangan atau tempat terhubung dengan VCC yang
berfungsi sebagai supply energi bagi Op-Amp tersebut.
Tipe
Op-Amp yang digunakan berupa Op-Amp non-inverting, ditandai dengan
terhubungnya kaki inverting terhadap ground dan kaki non-inverting
terhadap input.
Penguat
operasional atau yang dikenal sebagai Op-Amp merupakan suatu rangkaian
terintegrasi atau IC yang memiliki fungsi sebagai penguat sinyal, dengan
beberapa konfigurasi. Secara
ideal Op-Amp memiliki impedansi masukan dan penguatan yang tak
berhingga serta impedansi keluaran sama dengan nol. Dalam prakteknya,
Op-Amp memiliki impedansi masukan dan penguatan yang besar serta
impedansi keluaran yang kecil.
Op-Amp memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:
a. Penguat tegangan tak berhingga (AV = ~)
b. Impedansi input tak berhingga (rin = ~)
c. Impedansi output nol (ro = 0) d. Bandwidth tak berhingga (BW = ~)
d. Tegangan offset nol pada tegangan input (Eo = 0 untuk Ein = 0)
Rangkaian Dasar OP AMP
a. OP AMP Inverting
Penguatan yang outputnya berbeda fasa 180° dengan inputnya, bila input positif maka output akan menjadi negatif.
Vout = - (Rf / R1) Vin
b. OP AMP Non Inverting
Penguatan yang outputnya sama dengan input yaitu tidak ada pembalikan fasa.
Vout = Vin (1 + Rf / Rin)
Fungsi Op-Amp di sini sebagai penguat tegangan bagi rangkaian yang akan dibuat.
9. LED
Light
Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen
elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan
tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan
semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung
pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat
memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang
sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control
perangkat elektronik lainnya.
Bentuk
LED mirip dengan sebuah bohlam (bola lampu) yang kecil dan dapat
dipasangkan dengan mudah ke dalam berbagai perangkat elektronika.
Berbeda dengan Lampu Pijar, LED tidak memerlukan pembakaran filamen
sehingga tidak menimbulkan panas dalam menghasilkan cahaya. Oleh karena
itu, saat ini LED (Light Emitting Diode) yang bentuknya kecil telah
banyak digunakan sebagai lampu penerang dalam LCD TV yang mengganti
lampu tube.
Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)
Seperti
dikatakan sebelumnya, LED merupakan keluarga dari Dioda yang terbuat
dari Semikonduktor. Cara kerjanya pun hampir sama dengan Dioda yang
memiliki dua kutub yaitu kutub Positif (P) dan Kutub Negatif (N). LED
hanya akan memancarkan cahaya apabila dialiri tegangan maju (bias
forward) dari Anoda menuju ke Katoda.
LED
terdiri dari sebuah chip semikonduktor yang di doping sehingga
menciptakan junction P dan N. Yang dimaksud dengan proses doping dalam
semikonduktor adalah proses untuk menambahkan ketidakmurnian (impurity)
pada semikonduktor yang murni sehingga menghasilkan karakteristik
kelistrikan yang diinginkan. Ketika LED dialiri tegangan maju atau bias
forward yaitu dari Anoda (P) menuju ke Katoda (K), Kelebihan Elektron
pada N-Type material akan berpindah ke wilayah yang kelebihan Hole
(lubang) yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-Type material). Saat
Elektron berjumpa dengan Hole akan melepaskan photon dan memancarkan
cahaya monokromatik (satu warna).
LED atau Light Emitting Diode yang memancarkan cahaya ketika dialiri tegangan maju ini juga dapat digolongkan sebagai Transduser yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.
10. Battery
Baterai
(Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang
disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu
perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel
seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan
Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita tidak
perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat
elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam
kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu
Baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai
yang dapat di isi ulang (Rechargeable).
Baterai dalam sistem PV mengalami berulang kali siklus pengisian dan pengosongan selama umur pakainya. Siklus hidup (cycle life)
baterai adalah banyaknya pengisian dan pengosongan hingga kapasitas
baterai turun (melemah) dan tersisa 80% dari kapasitas nominalnya.
Pabrik baterai biasanya mencantumkan siklus hidup pada spesifikasi
teknis baterai. Mencantumkan satu nilai siklus hidup (cycle life) sebenarnya terlalu menyederhanakan informasi, karena siklus hidup baterai juga tergantung pada suhu baterai.
Dari
grafik di atas, terlihat pada suhu operasional baterai yang lebih
rendah, siklus hidup baterai lebih lama. Siklus hidup baterai juga
tergantung dari DoD, artinya baterai yang dikosongkan hanya 50% dari
kapasitasnya, berumur lebih lama jika dikosongkan hingga 80%, namun
membuat sistem menjadi lebih mahal, karena membutuhkan kapasitas baterai
lebih besar untuk mengakomodasi kebutuhan yang sama.
Jika
pada suhu operasional lebih rendah, umur baterai lebih lama, namun ada
efek negatif berkaitan dengan kapasitas baterai. Pada suhu yang lebih
rendah, kapasitas baterai menjadi lebih rendah. Hal ini disebabkan
karena pada suhu yang lebih tinggi, reaksi kimia yang terjadi pada
baterai bergerak lebih aktif/cepat, sehingga kapasitas baterai cenderung
lebih tinggi.
Terkadang,
pada suhu yang lebih tinggi, kapasitas baterai justru dapat lebih besar
dari angka nominalnya, meskipun pada suhu tinggi, elemen baterai
terlalu aktif, juga berakibat buruk pada kesehatan baterai.
11. Gerbang OR
Gambar 1.4 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol gerbang OR
Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR |
Dapat
dilihat bahwa pada gerbang OR, jika salah satu atau lebih input
bernilai 1 maka output akan bernilai 1. Nilai output bernilai 0 hanya
pada jika nilai semua input bernilai 0. Untuk gerbang OR memakai
prinsip penjumlahan.
12. Adder 7482
NTE7482 adalah penambah penuh biner 2-bit dalam paket tipe DIP 14-Lead yang melakukan penambahan dari dua bilangan biner 2 bit. Jumlah
(S) output disediakan untuk setiap bit dan resultan carry (C2)
diperoleh dari bit kedua. Dirancang untuk kecepatan sedang hingga
tinggi, banyak bit, paralel tambahkan/serial−bawa aplikasi, sirkuit ini
menggunakan logika transistor−transistor fan−out berkecepatan tinggi
(TTL) dan kompatibel dengan keluarga logika DTL dan TTL. Implementasi
inversi tunggal, sirkuit pembawa serial terhubung Darlington
berkecepatan tinggi dalam setiap bit meminimalkan kebutuhan untuk
sirkuit kaskade "melihat ke depan" dan membawa yang ekstensif.
13.Power Supply
Power
supply atau pencatu daya adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi
memberikan tegangan dan arus listrik pada komponen-komponen lainnya.
Pada dasarnya power supply membutuhkan sumber listrik yang kemudian
diubah menjadi sumber daya yang dibutuhkan oleh berbagai perangkat
elektronik lainnya. Arus listrik yang disalurkan oleh power supply ini
adalah jenis arus bolak-balik (AC). Namun karena kelebihan dari power
supply ini, maka alat ini juga dapat mengubah arus bolak-balik (AC)
menjadi arus searah (DC). Power supply memiliki simbol sebagai berikut :
Gambar simbol power supply
- Voltmeter
Volt
meter DC merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda
potensial tegangan DC antara 2 titik pada suatu beban listrik atau
rangkaian elektronika.
- Ground
Ground
Berfungsi sebagai untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan
arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus pada rangkaian
- Baterai
Baterai
(Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang
disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu
perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel
seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan
Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita tidak
perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat
elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam
kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu
Baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai
yang dapat di isi ulang (Rechargeable). Baterai simbol seperti gambar di
bawah ini:
Gambar Simbol Baterai
- Gerbang NOT (IC 7404)
Gerbang
NOT atau disebut juga "NOT GATE" atau Inverter (Gerbang Pembalik)
adalah jenis gerbang logika yang hanya memiliki satu input (Masukan) dan
satu output (keluaran). Dikatakan
Inverter (gerbang pembalik) karena gerbang ini akan menghasilkan nilai
ouput yang berlawanan dengan nilai inputnya . Untuk lebih jelasnya
perhatikan simbol dan tabel kebenaran gerbang NOT berikut.
Pada
gerbang logika NOT, simbol yang menandakan operasi gerbang logika NOT
adalah tanda minus (-) diatas variabel, perhatikan gambar diatas.
Perhatikan
tabel kebenaran gerbang NOT. Cara cepat untuk mengingat tabelnya adalah
dengan mengingat pernyataan berikut. "Gerbang NOT akan menghasilkan
output (keluaran) logika 1 bila variabel input (masukan) bernilai logika
0" sebalikanya "Gerbang NOT akan menghasilkan keluaran logika 0 bila
input (masukan) bernilai logika 1"
14. Motor DC
Terdapat
dua bagian utama pada sebuah Motor Listrik DC, yaitu Stator dan Rotor.
Stator adalah bagian motor yang tidak berputar, bagian yang statis ini
terdiri dari rangka dan kumparan medan. Sedangkan Rotor adalah bagian
yang berputar, bagian Rotor ini terdiri dari kumparan Jangkar. Dua
bagian utama ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa komponen penting
yaitu diantaranya adalah Yoke (kerangka magnet), Poles (kutub motor),
Field winding (kumparan medan magnet), ArmatureWinding (Kumparan
Jangkar), Commutator (Komutator)dan Brushes (kuas/sikat arang).
Pada
prinsipnya motor listrik DC menggunakan fenomena elektromagnet untuk
bergerak, ketika arus listrik diberikan ke kumparan, permukaan kumparan
yang bersifat utara akan bergerak menghadap ke magnet yang berkutub
selatan dan kumparan yang bersifat selatan akan bergerak menghadap ke
utara magnet. Saat ini, karena kutub utara kumparan bertemu dengan kutub
selatan magnet ataupun kutub selatan kumparan bertemu dengan kutub
utara magnet maka akan terjadi saling tarik menarik yang menyebabkan
pergerakan kumparan berhenti
Untuk
menggerakannya lagi, tepat pada saat kutub kumparan berhadapan dengan
kutub magnet, arah arus pada kumparan dibalik. Dengan demikian, kutub
utara kumparan akan berubah menjadi kutub selatan dan kutub selatannya
akan berubah menjadi kutub utara. Pada saat perubahan kutub tersebut
terjadi, kutub selatan kumparan akan berhadap dengan kutub selatan
magnet dan kutub utara kumparan akan berhadapan dengan kutub utara
magnet. Karena kutubnya sama, maka akan terjadi tolak menolak sehingga
kumparan bergerak memutar hingga utara kumparan berhadapan dengan
selatan magnet dan selatan kumparan berhadapan dengan utara magnet. Pada
saat ini, arus yang mengalir ke kumparan dibalik lagi dan kumparan akan
berputar lagi karena adanya perubahan kutub. Siklus ini akan
berulang-ulang hingga arus listrik pada kumparan diputuskan.
a) Prosedur[kembali]
b) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Rangkaian ini merupakan sistem aplikasi counter berbasis sensor yang digunakan untuk mendeteksi beberapa kondisi lingkungan seperti getaran pada tanaman, kelembaban tanah, dan suara dari sekitar area sawah.
Pada sensor getaran, ketika sensor mendeteksi adanya getaran pada tanaman, sensor akan menghasilkan logika HIGH sebesar 5V. Sinyal ini kemudian diproses melalui rangkaian demultiplexer 1-to-4 IC 74LS139 yang akan menentukan jalur output aktif. Output ini kemudian mengaktifkan gerbang logika AND, dan jika kondisi logika terpenuhi, maka output menjadi HIGH. Sinyal ini diteruskan ke transistor melalui resistor basis, sehingga transistor aktif dan relay bekerja. Ketika relay aktif, motor DC dan buzzer akan menyala sebagai indikator adanya gangguan pada tanaman.
Pada sensor kelembaban tanah, ketika kondisi tanah kering dengan kelembaban di bawah 80%, resistansi sensor meningkat sehingga menghasilkan output logika HIGH. Sinyal ini masuk ke rangkaian op-amp sebagai inverting amplifier. Jika tegangan input lebih besar dari referensi, maka output op-amp menjadi HIGH. Output ini kemudian masuk ke gerbang AND dan mengaktifkan transistor yang mengendalikan relay. Saat relay aktif, motor penyiram akan berjalan dan lampu LED menyala sebagai indikator sistem irigasi aktif. Setiap kali motor bekerja, sinyal dari gerbang AND juga menghasilkan pulsa yang masuk ke input clock counter, sehingga nilai pada display 7-segment akan bertambah setiap kali proses penyiraman terjadi.
Pada sensor suara, ketika sensor mendeteksi suara seperti kepakan sayap atau suara burung, sensor akan menghasilkan logika HIGH sebesar 5V. Output ini masuk ke rangkaian logika NAND dan AND, kemudian diproses menjadi sinyal kontrol yang mengatur D Flip-Flop. Output flip-flop kemudian mengaktifkan transistor yang mengendalikan relay sehingga motor pengusir hama bekerja. Selain itu, output juga diproses melalui gerbang logika XNOR yang kemudian diteruskan ke IC encoder 74147 untuk proses pengkodean sinyal.
c) Video Simulasi [kembali]
File Rangkaian Aplikasi Counter (klik disini)
Download Datasheet
- datasheet Sensor Soil moisture (klik disini)
- datasheet Sensor LM35 (klik disini)
- Datasheet MQ-2 Gas Sensor (klik disini)
- Datasheet Sensor Water klik disini
- Datasheet Sensor Rain: Klik disini..
- Datasheet Sensor Jarak (klik disini)
- Library Sensor Soil moisture (klik disini)
- Library MQ-2 Gas Sensor (klik disini)
- Library Sensor Rain : Klik disini..
- Library Sensor water klik disini
- Download datasheet IC 4013 [disini]
- Download datasheet IC 74247 [disini]
- Download datasheet Potensiometer [disini]
- Download datasheet Resistor [disini]
- Download Datasheet Transistor NPN klik disini
- Download Datasheet OPAMP klik disini
- Download Datasheet LED klik disini
- Download Datasheet Motor DC klik disini
- Download Datasheet 7 Segment klik disini
- Download Datasheet IC Decoder 74247 klik disini
- Download Datasheet IC Demux 74LS139 klik disini
- Download Datasheet Relay klik disini
- Download Datasheet Baterai klik disini
- Download Datasheet Dioda klik disini
- Download Datasheet Gerbang AND klik disini
- Download Datasheet Switch klik disini
Komentar