Laporan akhir
A.
Percobaan Karakteristik Dioda
|
|
B.
Percobaan Karakteristik Dioda Zener
|
Resistor |
Vd |
Id |
|
220 Ω
|
2,5V |
0,28mA |
|
330 Ω
|
2,6V |
0,28mA |
|
470 Ω
|
2,3V |
0,28mA |
A C. Half Bridge Rectifier
|
Vin |
Resistor atau
Kapasitor |
Gelombang Output |
|
6 V |
220 Ω |
|
|
470 Ω |
|
|
|
1000 uF |
|
D. Full Bridge Rectifier
|
Vin |
Resistor atau
Kapasitor |
Gelombang Output |
|
6 V |
220 Ω |
|
|
470 Ω |
|
|
|
1000 uF |
|
4. Dioda
Pada saat forward bias (kutub positif ke anoda dan negatif ke katoda), hambatan sambungan PN berkurang sehingga arus dapat mengalir. Sedangkan pada reverse bias (kutub positif ke katoda dan negatif ke anoda), hambatan sambungan PN menjadi sangat besar sehingga arus hampir tidak mengalir.
Dengan demikian, prinsip kerja dioda adalah mengizinkan arus mengalir satu arah dan menahan arus dari arah sebaliknya.
Diode Zener
Pada kondisi ini, tegangan dioda akan tetap stabil pada nilai tertentu (tegangan Zener) meskipun arus berubah. Karena itu, dioda Zener digunakan sebagai penstabil tegangan dalam rangkaian elektronik.
Half Bridge Rectifier
Prinsip Kerja:
Half Bridge rectifier (penyearah setengah gelombang) bekerja dengan menggunakan satu buah dioda untuk mengubah arus AC (bolak-balik) menjadi DC (searah).Saat siklus positif tegangan AC masuk, dioda forward bias dan menghantarkan arus ke beban. Pada siklus negatif, dioda reverse bias dan memblokir arus, sehingga tidak ada arus yang mengalir. Akibatnya, hanya setengah gelombang positif dari sinyal AC yang dilewatkan ke beban, menghasilkan tegangan DC berdenyut (pulsating DC).
Full Bridge Rectifier
Prinsip kerja :
Full-wave bridge rectifier menggunakan empat buah dioda yang disusun dalam bentuk jembatan (bridge) untuk menyearahkan arus AC menjadi DC. Pada saat setengah gelombang positif, dua dioda menghantarkan arus ke beban. Saat setengah gelombang negatif, dua dioda lainnya menghantarkan arus dengan arah yang sama ke beban. Dengan cara ini, kedua setengah gelombang AC dapat digunakan, sehingga menghasilkan tegangan DC yang lebih rata (pulsating DC) dibandingkan half-wave rectifier.
1.Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.
Jawab : Pada rangkaian forward bias, ketika tegangan input (Vin) dinaikkan, tegangan pada dioda (VD) juga meningkat hingga mencapai tegangan ambang (sekitar 0,7 V untuk dioda silikon). Setelah melewati nilai ini, arus dioda (ID) meningkat sangat cepat sementara tegangan dioda hanya naik sedikit. Artinya, semakin besar tegangan input, arus yang mengalir melalui dioda makin besar, sedangkan tegangan dioda cenderung tetap di sekitar tegangan ambang. Hal ini menunjukkan bahwa dioda bersifat non-linear dan memiliki resistansi dinamis yang menurun saat arus bertambah.
2.Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.
Jawab : Pada rangkaian reverse bias, peningkatan tegangan input hanya menyebabkan kenaikan kecil pada arus bocor yang nilainya sangat kecil. Dioda tetap tidak menghantarkan sampai mencapai tegangan tembus, di mana arus tiba-tiba naik tajam. Jadi, arus hampir nol meskipun tegangan input meningkat, kecuali saat terjadi breakdown.
3.Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.
Jawab : Dari hasil percobaan, dioda zener pada kondisi bias mundur akan tetap menahan tegangan hingga mencapai nilai tegangan tembusnya (Vz). Setelah tegangan input melewati nilai Vz, dioda zener akan mulai menghantarkan arus, tetapi tegangan output akan tetap stabil pada nilai Vz tersebut. Hal ini membuktikan bahwa fungsi utama dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan meskipun tegangan input berubah-ubah.
4.Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.
Jawab : Pada half bridge rectifier, hanya siklus positif dari tegangan AC input yang diteruskan, sedangkan siklus negatif diblokir oleh dioda. Akibatnya, gelombang output berupa arus DC berdenyut setengah gelombang dengan frekuensi sama seperti sumber AC. Tegangan rata-rata output lebih rendah dibanding input karena hanya setengah siklus yang digunakan.
5.Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.
Jawab : Pada full bridge rectifier, baik siklus positif maupun negatif dari sumber AC dapat disearahkan menjadi aliran arus searah. Hal ini menghasilkan gelombang output berupa DC berdenyut penuh dengan frekuensi dua kali lipat dari frekuensi sumber AC. Tegangan rata-rata output lebih tinggi dibanding half bridge rectifier, dan hasil penyearahan lebih baik karena menggunakan seluruh siklus AC.
Laporan Akhir [Download]
Video Penjelasan Rangkaian Karakteristik Dioda [Download]
Video Penjelasan Rangkaian Karakteristik Dioda Zener [Download]
Video Penjelasan Rangkaian Half Bridge Rectifier [Download]
Video Penjelasan Rangkaian Full Bridge Rectifier [Download]
Video Penjelasan Rangkaian Kondisi Pada Asisten Praktikum [Download]


Komentar
Posting Komentar