Laporan akhir



1. Jurnal [Kembali]

A.   Percobaan Karakteristik Dioda

Vd

Id

Resistor

 

Input

Output

 1,65V

 0,9mA

 

220

 


 


 1,15V

 0,9mA

 

330

 


 


 

B.   Percobaan Karakteristik Dioda Zener

 

Resistor

Vd

Id

 

 220 

 


2,5V 

0,28mA 

 

330  

 


2,6V 

0,28mA 

 

 470 

 


 2,3V

 0,28mA


A C. Half Bridge Rectifier

Vin

Resistor atau Kapasitor

Gelombang Output

 

 

 

 

 

 

 

6 V

 

 

220

 


 

 

470

 


 

 

1000 uF

 




D.   Full Bridge Rectifier

Vin

Resistor atau Kapasitor

Gelombang Output

 

 

 

 

 

 

 

 

6 V

 

 

220

 


 

 

470

 


 

 

1000 uF

 




2. Prinsip Kerja [Kembali]

4.     Dioda


    Prinsip kerja :
            Dioda adalah komponen elektronika yang terbuat dari sambungan PN dan berfungsi untuk                        mengalirkan arus hanya ke satu arah.

            Pada saat forward bias (kutub positif ke anoda dan negatif ke katoda), hambatan sambungan                PN berkurang sehingga arus dapat mengalir. Sedangkan pada reverse bias (kutub positif ke                    katoda dan negatif ke anoda), hambatan sambungan PN menjadi sangat besar sehingga arus                    hampir tidak mengalir.

            Dengan demikian, prinsip kerja dioda adalah mengizinkan arus mengalir satu arah dan                        menahan arus dari arah sebaliknya.


 Diode Zener



        Prinsip Kerja :

        Dioda Zener bekerja seperti dioda biasa saat diberi tegangan forward bias, yaitu menghantarkan            arus ke satu arah. Namun, saat diberi tegangan reverse bias, dioda Zener tetap dapat berfungsi                karena dirancang untuk beroperasi pada daerah breakdown (tembus) tanpa rusak.

        Pada kondisi ini, tegangan dioda akan tetap stabil pada nilai tertentu (tegangan Zener) meskipun            arus berubah. Karena itu, dioda Zener digunakan sebagai penstabil tegangan dalam rangkaian                elektronik.


Half Bridge Rectifier








Prinsip Kerja:

Half Bridge rectifier (penyearah setengah gelombang) bekerja dengan menggunakan satu buah dioda untuk mengubah arus AC (bolak-balik) menjadi DC (searah).Saat siklus positif tegangan AC masuk, dioda forward bias dan menghantarkan arus ke beban. Pada siklus negatif, dioda reverse bias dan memblokir arus, sehingga tidak ada arus yang mengalir. Akibatnya, hanya setengah gelombang positif dari sinyal AC yang dilewatkan ke beban, menghasilkan tegangan DC berdenyut (pulsating DC).


Full Bridge Rectifier





Prinsip kerja :

  Full-wave bridge rectifier menggunakan empat buah dioda yang disusun dalam bentuk jembatan        (bridge) untuk menyearahkan arus AC menjadi DC. Pada saat setengah gelombang positif, dua dioda menghantarkan arus ke beban. Saat setengah gelombang negatif, dua dioda lainnya menghantarkan arus dengan arah yang sama ke beban. Dengan cara ini, kedua setengah gelombang AC dapat digunakan, sehingga menghasilkan tegangan DC yang lebih rata (pulsating DC) dibandingkan half-wave rectifier.

 3. Video Percobaan [Kembali]

Karakteristik Dioda 





Dioda Zener





Half Bridge rectrifier



Full Bridge Rectrifier 



Video penjelasan rangkaian kondisi



4. Analisa[Kembali]

1.Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian forward bias.

Jawab : Pada rangkaian forward bias, ketika tegangan input (Vin) dinaikkan, tegangan pada dioda (VD) juga meningkat hingga mencapai tegangan ambang (sekitar 0,7 V untuk dioda silikon). Setelah melewati nilai ini, arus dioda (ID) meningkat sangat cepat sementara tegangan dioda hanya naik sedikit. Artinya, semakin besar tegangan input, arus yang mengalir melalui dioda makin besar, sedangkan tegangan dioda cenderung tetap di sekitar tegangan ambang. Hal ini menunjukkan bahwa dioda bersifat non-linear dan memiliki resistansi dinamis yang menurun saat arus bertambah.


2.Analisa pengaruh tegangan input terhadap tegangan dan arus pada rangkaian reverse bias.

Jawab : Pada rangkaian reverse bias, peningkatan tegangan input hanya menyebabkan kenaikan kecil pada arus bocor yang nilainya sangat kecil. Dioda tetap tidak menghantarkan sampai mencapai tegangan tembus, di mana arus tiba-tiba naik tajam. Jadi, arus hampir nol meskipun tegangan input meningkat, kecuali saat terjadi breakdown.


3.Analisa prinsip kerja dari diode zener berdasarkan percobaan.

Jawab : Dari hasil percobaan, dioda zener pada kondisi bias mundur akan tetap menahan tegangan hingga mencapai nilai tegangan tembusnya (Vz). Setelah tegangan input melewati nilai Vz, dioda zener akan mulai menghantarkan arus, tetapi tegangan output akan tetap stabil pada nilai Vz tersebut. Hal ini membuktikan bahwa fungsi utama dioda zener adalah sebagai penstabil tegangan meskipun tegangan input berubah-ubah.


4.Analisa gelombang output pada rangkaian Half Bridge Rectifier.

Jawab : Pada half bridge rectifier, hanya siklus positif dari tegangan AC input yang diteruskan, sedangkan siklus negatif diblokir oleh dioda. Akibatnya, gelombang output berupa arus DC berdenyut setengah gelombang dengan frekuensi sama seperti sumber AC. Tegangan rata-rata output lebih rendah dibanding input karena hanya setengah siklus yang digunakan.


5.Analisa gelombang output pada rangkaian Full Bridge Rectifier.

Jawab :  Pada full bridge rectifier, baik siklus positif maupun negatif dari sumber AC dapat disearahkan menjadi aliran arus searah. Hal ini menghasilkan gelombang output berupa DC berdenyut penuh dengan frekuensi dua kali lipat dari frekuensi sumber AC. Tegangan rata-rata output lebih tinggi dibanding half bridge rectifier, dan hasil penyearahan lebih baik karena menggunakan seluruh siklus AC.

5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir [Download]

Video Penjelasan Rangkaian Karakteristik Dioda [Download]

Video Penjelasan Rangkaian Karakteristik Dioda Zener [Download]

Video Penjelasan Rangkaian Half Bridge Rectifier [Download]

Video Penjelasan Rangkaian Full Bridge Rectifier [Download]

Video Penjelasan Rangkaian Kondisi Pada Asisten Praktikum [Download]









Komentar