PROSEDUR PERCOBAAN

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]



PROSEDUR PERCOBAAN



A. Persiapan Alat dan Komponen

    Sebelum memulai perakitan, pastikan seluruh komponen berikut tersedia:

Alat : 

  1. Solder
  2. Breadboard 
  3. Power Supply 
  4. Jumper kabel 
  5. Step-down 
  6. Konverter
  7. Piting 
  8. PCB
  9. Bor 

Bahan :

  1. Sensor digital
  2. Sensor suhu 
  3. Transistor D882 
  4. Relay 5V
  5. Resistor (220, 1k, 10k)
  6. Potensiometer
  7. LED
  8. Lampu pijar
  9. Op-amp

B. Tahapan Perakitan Rangkaian Inkubator Telur

    1. Sensor Infrared

        Ditempatkan pada pintu kotak untuk mendeteksi objek

  • Pin Vcc → +5V
  • Pin GND → Ground
  • Pin Output → pin 3 (non-inverting), pin 1 hubung ke pin 2 (inverting)

    2. Potensiometer 1k

  • Hubungkan ke +5V dan ground
  • Terminal tengah (wiper) → Input inverting (−) IC  Op-Amp 393 (pin 2)
  • Berfungsi sebagai pengatur tegangan referensi (Vref)

    3. Op-Amp 393 (Detektor Non-Inverting)

  • Pin 8 → Vcc 5V
  • Pin 4 → Ground
  • Pin 3 (+) → Output sensor
  • Pin 2 (−) → Potensiometer 1k
  • Pin 1 → Resistor basis transistor (220Ω)

    4. Transistor NPN (2SD882)

  • Basis → Output op-amp (melalui resistor 220Ω)
  • Emitor → Ground
  • Kolektor → Salah satu sisi koil relay 

    5. Relay 

  • Salah satu sisi koil → Kolektor transistor
  • Sisi lain koil → +5V
  • Kontak relay dihubungkan ke motor sebagai beban

 

C. Tahapan Perakitan Rangkaian Sensor Termometer

    1. Pemasangan Sensor Termometer

  • Pin Vcc → Non-inverting
  • Pin GND → Output relay
  • Berfungsi untuk mendeteksi suhu

    2. Op-Amp TL082 (Buffer)

  • Pin 8 → Vcc +12V
  • Pin 4 → Ground
  • Pin 3 (+) → Output sensor
  • Pin 2 (−) → Feedback ke output
  • Pin 1 → Resistor basis transistor (10kΩ)

    3. Transistor NPN (2SD882)

  • Basis → Output op-amp (via resistor 10kΩ)
  • Emitor → Ground
  • Kolektor → Koil relay
  • Aktif jika VBE ≥ 0,7V

    4. Relay

  • Salah satu sisi koil → Kolektor transistor
  • Sisi lain → +5V
  • Kontak relay dihubungkan ke kipas   

    6. Beban Output

  • Kipas terhubung ke kontak relay untuk menstabilkan suhu
  • LED putih terhubung ke daya +5V

 

D. Pemeriksaan Awal

  • Periksa kembali seluruh sambungan, polaritas komponen, dan nilai resistor.
  • Pastikan semua jalur ground tersambung dengan baik antara sensor, op-amp, dan transistor.
  • Nyalakan adapter dan ukur tegangan output dari Infrared dan Termometer dengan multimeter.
  • Jika tegangan output sensor berubah sesuai kondisi, perhatikan apakah relay aktif dan kipas menyala.

 

E. Pengujian Sistem

    1. Pengujian Sensor Infrared

  • Pastikan probe terpasang.
  • Berikan objek didepan sensor hingga indicator sensor menyala
  • Amati perubahan tegangan output sensor saat sensor mendeteksi benda serta perubahan status relay.
  • Catat tegangan output saat indikator aktif menandakan objek berada di depan sensor.

    2. Pengujian Sensor Termometer

  • Hubungkan sensor Termometer ke rangkaian sesuai skematik (Vcc = +5V, GND, dan Vout ke input op-amp).
  • Gunakan bahan seperti penghangat untuk memberikan energi panas supaya dapat mengaktifkan sensor.
  • Amati perubahan tegangan output Termometer dan kondisi relay saat suhu berubah.
  • Catat nilai suhu pada saat relay atau indikator aktif.

    3. Pengujian Gabungan

  • Lakukan uji simultan dengan peningkatan suhu dan keberadaan objek.
  • Amati kecepatan respons sistem dan keandalan kerja relay.

Komentar